cover-zi-fatek-2020

 

Sebagai sebuah perguruan tinggi negeri yang berada di bagian timur Indonesia, Universitas Sam Ratulangi terus berinisiatif, melakukan inovasi-inovasi demi memajukan dunia pendidikan tinggi nasional, khususnya di bagian timur nusantara.

Dengan Visi: 

“Bersama menata Universitas Sam Ratulangi menjadi Universitas Unggul dan Berbudaya”

Dan Misi:

“Terdepan dalam Mengemban Tridarma Perguruan Tinggi dan sebagai Pusat Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni Budaya guna Peningkatan Taraf dan Kualitas Kehidupan Masyarakat,”

yang dijabarkan ke dalam akronim IMANKU, Universitas Sam Ratulangi terus berkomitmen untuk memajukan ilmu pengetahuan dan kualitas kehidupan masyarakat, dari bibir Pasifik.

Oleh sebab itu, Universitas Sam Ratulangi terus menerus berupaya, meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi yang sustainable, mengembangkan inovasi IPTEK dan seni budaya yang berorientasi pada kawasan Pasifik, meningkatan akses dan peran perguruan tinggi yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup masyarakat, serta meningkatkan mutu dan kualitas tata kelola pendidikan

Usaha untuk mewujudkan visi dan misi tersebut terus dilakukan dengan gigih dan berkesinambungan. Dari tahun ke tahun, peningkatan mutu Universitas Sam Ratulangi baik di sisi akademik maupun tata kelola pendidikan tinggi dapat terlihat dari:

  • Akreditasi A untuk institusi, yang diraih pada tahun 2017

  • Raihan predikat WTP dalam 2 tahun berturut-turut.

  • Terus meningkatnya peringkat Universitas Sam Ratulangi menurut Webometrik, dimana tahun ini Universitas Sam Ratulangi telah berada pada peringkat 25.

Oleh sebab itu, bukanlah hal yang mengerankan apabila di tahun 2020 ini, Universitas Sam Ratulangi bersama dengan 13 PTN lainnya, terpilih untuk menjadi role model dalam penerapan Zona Integritas dalam dunia pendidikan tinggi.

Di sisi internal Universitas Sam Ratulangi, dari 11 fakultas yang ada, dipilihlah Fakultas Teknik, sebagai langkah awal penerapan Zona Integritas di Universitas Sam Ratulangi, sesuai dengan SK Rektor nomor  651/UN12/LL/2020, tanggal 19 Mei 2020.

Pemilihan Fakultas Teknik bukanlah tanpa alasan yang kuat. Dengan visi “Menuju Fakultas Teknik Berkelas Internasional, Berkarakter Lokal”, Fakultas Teknik yang saat ini memiliki 7 program studi dimana 3 diantaranya terakreditasi A, terus mendukung tercapainya cita-cita luhur Universitas Sam Ratulangi.

Untuk mendukung terwujudnya Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, Fakultas Teknik telah sejak lama menerapkan monitoring yang ketat terhadap setiap proses bisnis yang berlangsung didalamnya.

Menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0, maka proses-proses tersebut telah diintegrasikan dengan dukungan Teknologi Informasi, baik yang dimiliki oleh Universitas Sam Ratulangi, maupun sistem-sistem yang dikembangkan secara internal oleh tim yang ada di tingkat fakultas.

Salah satu contoh sistem yang dikembangkan di tingkat fakultas adalah sistem absensi berbasis QR Code, dimana pencatatan kehadiran mahasiswa dan pelaksanaan kuliah dilakukan secara real time, sehingga pimpinan fakultas dapat langsung melakukan pemantauan proses akademik yang berlangsung.

Di tingkat universitas, pada tanggal 2 Mei 2020, bersamaan dengan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional, Universitas Sam Ratulangi meluncurkan Portal INSPIRE. Portal INSPIRE ini merupakan pengganti dari portal akademik yang telah digunakan selama kurang lebih 10 tahun, dengan penambahan fitur berupa absensi secara digital yang terinspirasi dari absen QR Code di Fakultas Teknik, fitur komunikasi antara dosen-mahasiswa-orang tua, dimana isi komunikasi tersebut akan tercatat pada sistem, fitur-fitur lainnya yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis di Universitas Sam Ratulangi.

Evaluasi Pembangunan Zona Integritas Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Tahun 2020 mencakup hal-hal berikut:

A. PROSES PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS

I. MANAJEMEN PERUBAHAN

  1. Tim Kerja
  2. Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas
  3. Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM

II. PENATAAN TATALAKSANA

  1. Prosedur Operasional Tetap / SOP
  2. E-Office
  3. Keterbukaan Informasi Publik

III. PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM

  1. Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi
  2. Pola Mutasi Internal
  3. Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi
  4. Penetapan Kinerja Individu
  5. Penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai
  6. Sistem Informasi Kepegawaian

IV. PENGUATAN AKUNTABILITAS

  1. Keterlibatan Pimpinan
  2. Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja

V. PENGUATAN PENGAWASAN

  1. Pengendalian Gratifikasi
  2. Penerapan SPIP
  3. Pengaduan Masyarakat
  4. Whistle-Blowing System

VI. PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PUBLIK

  1. Standar Pelayanan
  2. Budaya Pelayanan Prima
  3. Penilaian Kepuasan Terhadap Pelayanan

 B. HASIL

  1. Pemerintah yang bersih dan bebas KKN
  2. Kualitas Pelayanan Publik

 

Sebagai sebuah perguruan tinggi negeri yang berada di bagian timur Indonesia, Universitas Sam Ratulangi terus berinisiatif, melakukan inovasi-inovasi demi memajukan dunia pendidikan tinggi nasional, khususnya di bagian timur nusantara.

 

Dengan visi:

“Bersama menata Universitas Sam Ratulangi menjadi Universitas Unggul dan Berbudaya”

 

dan misi:

“Terdepan dalam Mengemban Tridarma Perguruan Tinggi dan sebagai Pusat Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni Budaya guna Peningkatan Taraf dan Kualitas Kehidupan Masyarakat,”

yang dijabarkan ke dalam akronim IMANKU, Universitas Sam Ratulangi terus berkomitmen untuk memajukan ilmu pengetahuan dan kualitas kehidupan masyarakat, dari bibir Pasifik.

 

Oleh sebab itu, Universitas Sam Ratulangi terus menerus berupaya

·       meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi yang sustainable,

·       mengembangkan inovasi IPTEK dan seni budaya yang berorientasi pada kawasan Pasifik,

·       meningkatan akses dan peran perguruan tinggi yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup masyarakat, serta

·       meningkatkan mutu dan kualitas tata kelola pendidikan

Usaha untuk mewujudkan visi dan misi tersebut terus dilakukan dengan gigih dan berkesinambungan. Dari tahun ke tahun, peningkatan mutu Universitas Sam Ratulangi baik di sisi akademik maupun tata kelola pendidikan tinggi dapat terlihat dari:

·       Akreditasi A untuk institusi, yang diraih pada tahun 2017

·       Raihan predikat WTP dalam 2 tahun berturut-turut.

·       Terus meningkatnya peringkat Universitas Sam Ratulangi menurut Webometrik, dimana tahun ini Universitas Sam Ratulangi telah berada pada peringkat 25.

Oleh sebab itu, bukanlah hal yang mengerankan apabila di tahun 2020 ini, Universitas Sam Ratulangi bersama dengan 13 PTN lainnya, terpilih untuk menjadi role model dalam penerapan Zona Integritas dalam dunia pendidikan tinggi. Di sisi internal Universitas Sam Ratulangi, dari 11 fakultas yang ada, dipilihlah Fakultas Teknik, sebagai langkah awal penerapan Zona Integritas di Universitas Sam Ratulangi, sesuai dengan SK Rektor nomor  651/UN12/LL/2020, tanggal 19 Mei 2020.

Pemilihan Fakultas Teknik bukanlah tanpa alasan yang kuat. Dengan visi “Menuju Fakultas Teknik Berkelas Internasional, Berkarakter Lokal”, Fakultas Teknik yang saat ini memiliki 7 program studi dimana 3 diantaranya terakreditasi A, terus mendukung tercapainya cita-cita luhur Universitas Sam Ratulangi.

Untuk mendukung terwujudnya Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, Fakultas Teknik telah sejak lama menerapkan monitoring yang ketat terhadap setiap proses bisnis yang berlangsung didalamnya.

 

Menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0, maka proses-proses tersebut telah diintegrasikan dengan dukungan Teknologi Informasi, baik yang dimiliki oleh Universitas Sam Ratulangi, maupun sistem-sistem yang dikembangkan secara internal oleh tim yang ada di tingkat fakultas.

Salah satu contoh sistem yang dikembangkan di tingkat fakultas adalah sistem absensi berbasis QR Code, dimana pencatatan kehadiran mahasiswa dan pelaksanaan kuliah dilakukan secara real time, sehingga pimpinan fakultas dapat langsung melakukan pemantauan proses akademik yang berlangsung.

Di tingkat universitas, pada tanggal 2 Mei 2020, bersamaan dengan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional, Universitas Sam Ratulangi meluncurkan Portal INSPIRE. Portal INSPIRE ini merupakan pengganti dari portal akademik yang telah digunakan selama kurang lebih 10 tahun, dengan penambahan fitur berupa absensi secara digital yang terinspirasi dari absen QR Code di Fakultas Teknik, fitur komunikasi antara dosen-mahasiswa-orang tua, dimana isi komunikasi tersebut akan tercatat pada sistem, fitur-fitur lainnya yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis di Universitas Sam Ratulangi.

 

Kata INSPIRE sendiri merupakan sebuah akronim bebas dari

·       Impactful

·       Integrity

·       Smart

·       Responsible

·       Innovative

·       Collaborative

 

Melalui Portal INSPIRE diharapkan terjadi peningkatan pelayanan menjadi lebih efektif, cepat dan prima sekaligus mencegah korupsi, termasuk di dalamnya korupsi waktu, sehingga implementasi portal INSPIRE dapat menjadi modal awal yang tepat bagi Fakultas Teknik untuk mendapat predikat WBK dan WBBM

Untuk mempersiapkan Fakultas Teknik mendapatkan predikat WBK dan WBBM, Dekan Fakultas Teknik telah membentuk sebuah Tim Kerja yang diketuai oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama, berdasarkan SK Dekan nomor 133/UN12.2/LL/2020 tanggal 20 Mei 2020.

 

Selanjutnya, pada tanggal 1 Juni 2020, dalam momen peringatan Hari Pancasila, telah dilakukan pencanangan Zona Integritas Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA. Sebab itu, pembangunan zona integritas di Fakultas Teknik juga dilandaskan semangat mewujudkan nilai-nilai Pancasila.

Pembangunan Zona Integritas di Fakultas Teknik didasarkan 8 area Perubahan Reformasi Birokrasi, yakni:

1.     Manajemen Perubahan

2.     Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur.

3.     Penguatan Organisasi

4.     Penataan Peraturan Perundang-undangan

5.     Penataan Tata Laksana

6.     Penguatan Pengawasan

7.     Penguatan Akuntabilitas Kinerja

8.     Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Dari 8 area Perubahah Reformasi Birokrasi Fakultas Teknik nenetapkan untuk berfokus pada Manajemen Perubahan. Dalam manajemen Pendidikan tinggi tidak hanya menekankan pada proses awal tapi juga pada produk bahkan sampai dampak baliknya. Sehingga alur perubahan Perubahan Reformasi Birokrasi dengan Fokus pada  Manajemen Perubahan mengikuti pola penilaian mulai Proses-Hasil yang dalam Pendidikan Tinggi menggunakan pola Input-Proses Ouput-Outcome.

Tahapan pembangunan Zona Integritas di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi sendiri meliputi: Penetapan Program Pencegahan Korupsi

1.         Penandatanganan Dokumen Pakta Integritas

2.         Pemenuhan Kewajiban LHKPN

3.         Pemenuhan Akuntabilitas Kinerja

4.         Pemenuhan Kewajiban Pelaporan Keuangan

5.         Penerapan Disiplin PNS

6.         Penerapan Kode Etik Khusus

7.         Penerapan Kebijakan Pelayanan Publik

8.         Penerapan Whistleblower System Tindak Pidana Korupsi

9.         Pengendalian Gratifikasi

10.      Penanganan Benturan Kepentingan

11.      Kegiatan Pendidikan/Pembinaan dan Promosi Anti Korupsi

12.      Pelaksanaan Saran Perbaikan yang diberikan BPK/KPK/APIP

13.      Penerapan Kebijakan Pembinaan Purna Tugas

14.      Penerapan Kebijakan Pelaporan Transaksi Keuangan Yang Tidak Sesuai dengan Profil oleh PPATK

15.      Rekrutmen Secara Terbuka

16.      Promosi Jabatan Secara Terbuka

17.      Mekanisme Pengaduan Masyarakat

18.      Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (E-Procurement)

19.      Pengukuran Kinerja Individu Sesuai dengan Ketentuan yang Berlaku

20.      Keterbukaan Informasi Publik

Dengan tahapan-tahapan tersebut, serta bertumpu pada 20 unsur indikator proses dan 8 unsur indikator hasil, diharapkan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi dapat menerapkan Zona Integritas dengan maksimal, demi pelayanan yang lebih optimal bagi seluruh sivitas akademika dan bahkan masyarakat luas, untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.